Pirolisis Cangkang Sawit Berkelanjutan Untuk Produksi Multiguna

Pirolisis Cangkang Sawit Berkelanjutan Untuk Produksi Multiguna

Pirolisis Cangkang Sawit Berkelanjutan Untuk Produksi Multiguna – Produksi cangkang sawit (PKS) yang merupakan limbah pabrik kelapa sawit di Indonesia kurang lebih 9 juta ton. Pemanfaatan saat ini 20% (1,8 juta ton) untuk ekspor, 15% (1,35 juta ton) untuk penggunaan internal, 10% (0,9 juta ton) untuk penggunaan dalam negeri (lokal), dan sisanya 55% (4,95 juta ton) belum digunakan. atau menjadi sampah. Sedangkan produksi CPO Indonesia saat ini mencapai 35,2 juta ton atau 20% dari TBS (Tandan Buah Segar), sehingga jumlah TBS (Tandan Buah Segar) yang diproduksi di Indonesia saat ini berkisar 176 juta ton. Dengan produktivitas rata-rata 20 ton / hektar TBS, maka TBS yang dihasilkan dari 8,8 juta hektar. Sedangkan total luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini diperkirakan hampir 12 juta hektar termasuk umur tidak berbuah dan tidak produktif atau perlu dilakukan peremajaan.

Faktor lain yang berpengaruh adalah rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit. Cangkang sawit hanya sekitar 6% dari TBS yang dihasilkan, dan setelah digunakan untuk proses produksi internal CPO di pabrik dengan mesocarp, hanya sekitar 4,5% cangkang sawit yang merupakan limbah pabrik sawit. Dari situ juga bisa dihitung bahwa setiap hektar kebun sawit akan menghasilkan 1,2 ton atau tiga perempat yaitu 0,9 ton limbah. Dengan ekspansi perkebunan kelapa sawit saat ini hingga 12 juta hektar, potensi cangkang sawit yang menjadi limbah di pabrik kelapa sawit sekitar 10,8 juta ton atau sebesar 10,8 juta ton yang dapat digunakan untuk ekspor, bahan bakar dan produksi. berbagai produk lain atau penggunaan luar.

Saat ini, terdapat sejumlah pihak yang memanfaatkan cangkang sawit untuk produksi listrik dan boiler beberapa industri yang diperkirakan kurang dari 10% dari total cangkang sawit yang diproduksi. Beberapa teknologi yang mengubah menjadi panas dan listrik digunakan untuk memproses cangkang sawit tersebut. Pembakaran dan gasifikasi adalah teknologi yang biasa digunakan untuk mengubah atau mengekstrak cangkang sawit menjadi panas dan listrik.

Teknologi pembakaran di dalam tungku kemudian menggabungkan ORC (Organic Rankine Cycle) dan mesin Stirling untuk mengubahnya menjadi listrik. Sedangkan gas hasil gasifikasi selanjutnya digunakan sebagai bahan bakar pada mesin gas untuk menghasilkan listrik. Apakah ada pilihan lain untuk mengolah cangkang sawit sehingga memiliki nilai tambah yang lebih besar atau lebih menguntungkan? Cek Informasi mengenai Palm Kernel Shell hanya di sini.

Cangkang sawit tidak sesuai untuk produksi biogas karena bahan lignoselulosa atau kandungan lignin yang kaya sehingga sulit untuk terurai secara biologis. Pilihannya adalah pirolisis atau dekomposisi termal tanpa oksigen. Pirolisis merupakan salah satu teknologi yang mampu menghasilkan arang, biooil, pyro acid dan syngas. Inilah yang memungkinkan produksi multiguna. Cangkang sawit seperti sekam padi, serbuk gergaji dan sejenisnya merupakan bahan curah juga sehingga akan cocok untuk pirolisis berkelanjutan. Bagaimana bisa? Jawabannya karena ada beberapa pilihan penggunaan pirolisis kontinyu:

  1. Produksi listrik dan arang
  2. Produksi listrik dan arang aktif
  3. Produksi listrik dan briket arang
  4. Produksi arang dan biokimia
  5. Produksi arang dan biofuel
  6. Produksi Arang dan Panas

Pada produksi listrik dan arang, proses kelebihan syngas digunakan untuk produksi listrik, dan arang juga diproduksi sebagai produk padat pirolisis. Arang tersebut juga dapat dibuat briket sehingga efisien selama pengangkutan dan penggunaannya. Sedangkan untuk produksi listrik dan karbon aktif, maka sisa syngas digunakan untuk proses aktivasi arang yang dihasilkan, dengan penjelasan lebih detail bisa dibaca disini. Selain arang, biokimia seperti asam asetat, metanol dan fenol juga dapat diproduksi dengan mengolah lebih lanjut produk sampingan yaitu asam piro dan syngas.

Biofuel yaitu biooil dan syngas juga bisa menjadi produk tambahan selain arang. Syngas juga dapat dikemas dalam tabung untuk kemudahan distribusi dan pemakaian. Sedangkan jika syngas dan biooil dibakar maka akan menimbulkan panas, maka jika usaha produksi arang yang dikombinasikan dengan pertanian seperti penggunaan green house atau juga peternakan yang membutuhkan suhu hangat tertentu maka unit pirolisis kontinyu juga menjadi sangat efektif untuk dilakukan. bekas.

Produksi arang dari cangkang sawit juga bisa menjadi solusi tingginya pajak ekspor cangkang sawit. Dengan mengolahnya menjadi produk jadi maka pajak harus diturunkan bahkan dihilangkan karena telah terjadi industrialisasi yang juga menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada produsen listrik swasta atau IPP (Independent Power Producer), tambahan produk berupa arang akan memberikan peningkatan pendapatan usaha, sehingga usahanya menjadi bisnis yang lebih menarik. Selain produksi arang, jika menginginkan produksi bahan bakar padat (solid biomass fuel) yang berkualitas yaitu dengan cara upgrading atau pengolahan dengan torrefaction, bisa dilakukan juga dengan teknologi pirolisis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *